Pekerja Juga Punya Hak Dalam Bekerja, Lho!

0
314

Pekerja Juga Punya Hak Dalam Bekerja, Lho!Hak pekerja adalah salah satu hal yang paling banyak disorot oleh media, karena sejak dulu issu ini sangat sensitif. Apalagi dahulu banyak perusahaan yang belum memberikan hak kepada karyawanya dengan baik. Namun sekarang banyak pekerja yang sudah melek akan literasi sehingga mereka bisa memahami hak-hak dan kewajiban saat masuk di dunia kerja, selain pekerja, perusahaan juga semakin berkembang salah satunya dengan memenuhi hak dan kebutuhan karyawan.

Aplikasi Kantor Kita Membantu Memudahkan Anda Untuk Memanagement waktu

Pemenuhan hak karyawan dengan baik akan membantu karyawan terus produktif dan terjaga kinerjanya dengan begitu mereka juga akan memberikan yang terbaik pula kepada perusahaan. Pengetahuan soal hak karyawan harus diketahui perusahaan atau karyawan sendiri. Emang apa saja sih hak-hak karyawan di tempat kerja? Berikut ulasanya untuk Anda.

Baca Artikel : Perempuan Bisa Berkarir dan Mandiri 

Pekerja Berhak Untuk Memperoleh Perlakuan yang Sama

Hak yang pertama adalah pekerja berhak mendapatkan perlakuan yang sama, maksudnya disini adalah pengusaha tidak boleh mendiskriminasi pekerja atas dasar apapun. Hal ini sudah tertulis dalam Undang Undang Ketenagakerjaan tahun 2003 bab III pasal 5 yang berbunyi

Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha”

Sehingga setiap individu atau pekerja berhak mendapatkan keadilan untuk diperlakukan sama dengan pekerja yang lainya.

Hak Untuk Mendapatkan Upah atau Gaji

Pekerja berhak untuk mendapatkan upah atau gaji setelah menyelesaikan kewajiban atau pekerjaannya. Hal ini tertuang dalam Undang Undang Ketenagakerjaan tahun 2003 bab I pasal 20 yang berbunyi

“Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uangsebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang undangan,termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas sua

tu pekerjaan dan/atau jasayang telah atau akan dilakukan”

 Undang Undang Ketenagakerjaan tahun 2003 pasal 88 yang berbunyi

“Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”

Jadi dengan adanya dasar tertulis ini pekerja berhak untuk meminta upahnya apabila belum dibayarkan oleh pengusaha. Besaran gaji yang di dapatkan juga berdasarkan perjanjian, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan yang ada.

Ada beberapa upah yang dimaksud misalnya upah lembur, upah pesangon, potongan upah dan lain sebagainya. Sebelum menuntut gaji pastinya karyawan juga harus sudah melakukan kewajiban dengan baik ya.

Hak Pengembangan Kompetensi Karyawan

Hak pekerja selanjutnya adalah hak untuk meningkatkan kompetensi di tempat kerja. Mengembangkan kemampuan atau kompetensi sangat dibutuhkan agar skill tetap terasah dan kemampuan tidak hanya stuck, pengembangan kerja ini bisa dilakukan dengan memberikan pelatihan, memberikan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, magang kerja, job enrichment, atau promosi jabatan dengan begitu karyawan bisa memperluas keilmuan untuk meningkatkan kinerjanya atau melihat bidang yang lain selain pekerjaan utamanya.

Membantu Memanagement waktu

Hak untuk mendapatkan kompetensi ini tertulis dalam Undang Undang Ketenagakerjaan tahun 2003 bab V pasal 11 yang berbunyi

“Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau meningkatkan dan/atau mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya melalui pelatihan kerja”

 Yang masih berhubungan dengan pengembangan kompetensi untuk kerja adalah Bab V pasal 18 ayat 1 dan 2 mengenai pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti program pengembangan kompetensi, seperti di bawah ini

“Tenaga kerja berhak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang di selenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat kerja”

“Pengakuan kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui sertifikasi kompetensi kerja”

Sertifikasi ini nantinya berguna untuk pengembangan karir pekerja, seseorang yang sudah bersertifikat, keahliannya atau kemampuannya sudah ternilai dengan layak.

Hak Untuk Pekerja Perempuan

Perempuan dalam bekerja juga memiliki hak loh, hal ini diatur dalam Undang Undang Ketenagakerjaan tahun 2003 pada bab X pasal 82 yang berbunyi

“(1) Pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.

“Pekerja/buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan”

Sehingga jika ada rekan kerja atau kamu yang mengalami hal di atas tentu memperoleh hak untuk izin atau tidak masuk kerja. Bagaimana dengan masalah haid atau menstruasi untuk perempuan? Hal ini juga diatur dalam Undang Undang Ketenagakerjaan yang berbunyi

 “(1) Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.

(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja,peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama”

Hak Untuk Mendapatkan Perlindungan

Setelah beberapa hak yang telah di sebutkan di atas, hak yang juga sangat penting adalah memperoleh perlindungan di tempat kerja. Masalah perlindungan ini tentunya sangat penting karena pekerja harus tetap merasa aman untuk menjalani pekerjaannya. Hak perlindungan ini disampaikan dengan baik di Undang Undang Ketenagakerjaan pasal 86 yang berbunyi

“Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : a. keselamatan dan kesehatan kerja; b. moral dan kesusilaan; dan c. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama”

Jadi sudah jelas ya saat kita bekerja harus dijamin perlindungan dan rasa aman.

Kesimpulan yang kita dapat hari ini adalah pekerja memiliki hak dalam tempat kerjanya, hal ini sudah diatur dalam Undang Undang Ketenagakerjaan jadi pekerja bisa menuntut haknya apabila perusahaan belum memberikan hak tersebut. Dalam menuntut hak pastinya Anda sudah melaksanakan kewajiban bekerja dengan baik pula, misalnya hak mendapatkan upah. Macam-macam hak karyawan adalah

  1. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama
  2. Hak untuk mengembangakan kompetensi
  3. Hak pekerja perempuan
  4. Hak mendapatkan upah
  5. Hak mendapatkan perlindungan

Baca Juga Artikel : Sudah Saatnya Memiliki Managemen Waktu yang Baik! 

Baik pekerja maupun perusahaan harus mengerti hak-hak kerja ini dengan baik agar kedua pihak bisa menjalankan usaha dan pekerjaan dengan baik. Perusahaan bisa memberikan hak sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan yang telah diatur negara sedangkan pekerja bisa menuntut haknya berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan. Yang harus diketahui adalah selain hak, pekerja juga memiliki kewajiban yang harus ditunaikan saat bekerja.

Masalah kantor tidak hanya pemenuhan hak karyawan saja nih, karena masalah absensi karyawan juga harus dipikirkan dengan baik. Mudahkan me-manage absensi karyawan dengan aplikasi absensi online Kantor Kita, mengurus absen karyawan jadi lebih cepat mudah dan tersistem dengan baik. Apalagi di masa pandemi pekerja harus tetap absen dengan mudah, menggunakan aplikasi online Kantor Kita Anda tetap bisa mengatur absensi selama WFH dengan baik. Cek selengkapnya hanya di www.kantorkita.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here