Kiat Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan Perusahaan yang Terbukti Berhasil

3
27

Kiat Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan Perusahaan yang Terbukti Berhasil – Kedisiplinan merupakan salah satu hal penting dalam sebuah dunia kerja. Karyawan yang kurang disiplin kadang menjadi persoalan bagi perusahaan karena mengurangi produktivitas dan efisiensi kerja. Oleh sebab itu, perusahaan perlu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan mereka. (Baca selengkapnya : Mudahnya Pengelolaan Data HR Dengan Aplikasi Perkantoran ). Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memacu kedisiplinan karyawan secara efektif

Memenuhi Hak Karyawan
Sebelum perusahaan menuntut kedisiplinan yang tinggi dari karyawan, alangkah lebih baik melakukan intropeksi dulu apakah semua kebutuhan dan hak karyawan sudah dipenuhi secara adil dan transparan. Bagi karyawan, transparansi atau keterbukaan merupakan hal yang sangan sensitive. Ketika karyawan mendapat perlakuan yang tidak adil, maka mereka pun menjadi kurang loyal, termasuk dalam kedisiplinan. Jadi sebelum menuntut kedisiplinan dari karyawan, pastikan bahwa Anda sudah memenuhi hak karyawan dengan adil mulai dari cara penilaian, promosi jabatan, dan penggajian.

Memperlakukan Karyawan Sebagai Teman
Cara selanjutnya yang dapat meningkatkan kedisiplinan karyawan adalah memperlakukan mereka sebagai teman. Walaupun Anda adalah seorang atasan, usahakan untuk tidak bersifat bossy atau arogan yang sangat tidak disukai oleh karyawan. Anggap mereka sama dengan Anda walaupun kenyataannya Anda adalah atasan. Memperlakukan karyawan sebagai teman akan membuat mereka merasa lebih nyaman serta tidak terkekang.
Jadi saat bertemu dengan Anda di kantor, Anda bukan momok yang menakutkan. Mereka akan senang dan merasa antusias ketika bertemu Anda. Rasa nyaman tersebut dapat memacu karyawan agar semakin disiplin dan rajin dalam bekerja.

Menciptakan Lingkungan Kerja Nyaman dan Kondusif
Anda selama ini mungkin sudah berusaha menciptakan suasana kerja yang kondusif dan nyaman. Tetapi itu mungkin hanya dari segi fisik contohnya dengan merancang interior ruang kerja yang minimalis, sejuk, dan elegan. Tetapi hal itu saja ternyata belum cukup untuk meningkatkan kedisiplinan secara efektif. Ciptakan juga lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman dengan menjaga hubungan yang baik antar karyawan.
Ingat, para karyawan merupakan makhluk yang sangat sensitive. Walaupun ruangan kerja di kantor terasa nyaman, hal ini akan sia-sia bila hubungan antar persona kaku. Hasilnua, bekerja menjadi terasa membosankan dan tidak bersemangat. Oleh sebab itu, Anda perlu menciptakan hubungan yang membawa kenyaman bagi para karyawan. Dorong karyawan agar saling menghargai dan saling mendukung, bukan berkompetisi.

Membuat Aturan yang Wajar
Selama ini, banyak orang cenderung menilai kedisplinan karyawan dapat ditingkatkan dari pemberlakuan aturan. Hal ini wajar karena peraturan memang perlu diciptakan dan bersifat mengikat. Perlu diingat bahwa Anda tidak perlu memberlakukan aturan dengan ketat dan berlebih sampai membuat karyawan merasa terkekang. Buat aturan sewajarnya yaitu tegas tetapi tetap manusia, khususnya dalam menentukan kewajiban dan target kerja.
Pastikan Anda mempunyai referensi, data, atau ukuran pembanding yang tepat untuk acuan dalam menentukan peraturan di kantor. Jangan memaksakan kehendak hanya demi mengejar kedisiplinan karyawan. Bila Anda bersikap seperti ini, maka siaps-siap saja karyawan akan meninggalkan Anda.

Mendengarkan Pendapat Karyawan
Kedisiplinan juga dapat ditingkatkan dengan memberikan kebebasan bagi karyawan untuk berpendapat dan mengeluarkan ide. Atasan tidak boleh hanya menuntut mereka mengerjakan berbagai tugas sesuai keinginan tetapi dengarkan pula bagaimana gagasan dan ide mereka. Beri mereka kebebasan untuk berinovasi untuk memajukan perusahaan. Mungkin saja gagasan dan ide mereka dapat membantu Anda mengembangkan perusahaan menjadi semakin baik.
Memberikan ruang inovasi yang selebar-lebarnya untuk karyawan akan membuat mereka merasa lebih dihargai serta semakin berkembang lebih baik lagi. Dengan cara ini, pekerjaan terasa tidak monoton dan mereka juga akan lebih bersemangat berangkat ke kantor setiap hari

Alokasikan Waktu Pelatihan Khusus Untuk Pengembangkan Kemampuan Karyawan
Memberikan wadah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan dijamin akan membuat mereka merasa dihargai. Selain itu, bekerja di kantor juga akan terasa seperti sekolah karena karyawan dapat memperoleh ilmu baru yang bermanfaat.
Tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis dan waktu pelatihan yang sesuai kebutuhan karyawan. Pasalnya ada beberapa karyawan yang merasa terbebani dan malas saat diminta mengikuti pelatihan yang diberikan oleh atasan. Hal ini dapat disebabkan karena Anda memilih pelatihan yang kurang tepat atau pelatihan tersebut terlalu sering. Jadi mereka beranggapan bahwa pelatihan yang diberikan merupakan sesuatu yang menjengkelkan dan membebani

Memberikan wadah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan dijamin akan membuat mereka merasa dihargai. Selain itu, bekerja di kantor juga akan terasa seperti sekolah karena karyawan dapat memperoleh ilmu baru yang bermanfaat.
Tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis dan waktu pelatihan yang sesuai kebutuhan karyawan. Pasalnya ada beberapa karyawan yang merasa terbebani dan malas saat diminta mengikuti pelatihan yang diberikan oleh atasan. Hal ini dapat disebabkan karena Anda memilih pelatihan yang kurang tepat atau pelatihan tersebut terlalu sering. Jadi mereka beranggapan bahwa pelatihan yang diberikan merupakan sesuatu yang menjengkelkan dan membebani

Konseling Untuk Memahami Kesulitan Karyawan
Layaknya mengayomi pelajar sekolah, Anda juga perlu memperhatikan perkembangan psikologis karyawan dengan baik. Jangan hanya sekedar menuntut karyawan untuk bekerja dengan disiplin sementara Anda tidak memahami kesulitan yang mereka lalui setiap hari. Untuk itu, cobalah lakukan konseling dengan semua karyawan secara intens baik melalui manajer, HRD, atau Anda sendiri secara langsung.
Maksud dari konseling ini adalah untuk memahami setiap kesulitan yang dialami oleh karyawan saat bekerja misalnya tingginya tekanan kerja, minimnya keterampilan kerja, atau bahkan faktor lain yang menyebabkan kinerja karyawan terhambat. Anda perlu membantu karyawan mengatasi kesulitan yang dihadapi sehingga kedisiplinan mereka perlahan akan meningkat

Menerapkan Reward and Punishment Dengan Seimbang
Pemberlakuan aturan yang mengikat dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kedisplinan karyawan. Setiap peraturan dapat berjalan dengan baik ketika disertai dengan reward and punishment yang seimbang. Berikan reward untuk yang berkarya dengan baik dan terapkan punishment jika ada yang melanggar peraturan yang dibuat.
Tips yang satu ini lebih memfokuskan pada keseimbangan. Jadi, pastikan antara reward and punishment tidak berat sebelah misalnya langsung dihukum berat jika melakukan kesalahan dan tidak pernah mendapat reward saat bekerja dengan benar. Hal ini perlu dihindari untuk meningkatkan loyalitas karyawan agar lebih disiplin. (Baca juga : Aplikasi yang Memudahkan Karyawan )

Mengadakan Acara Pengakraban di Luar
Memang tips yang satu ini tidak secara langsung dapat berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan karyawan. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Mengadakan acara pengakraban di luar bersama karyawan dapat menjadi momen yang spesial dan berkesan bagi karyawan. Anda dapat mengadakan acara makan bersama, liburan bersama, memancing bersama, atau hal-hal lain yang bersifat santai.
Momen seperti ini tentu akan berkesan untuk karyawan dan meningkatkaan loyalitas serta rasa hormat yang tulus untuk Anda. Jadi mereka akan lebih giat dan semangat dalam bekerja

Menggunakan Absen Otomatis
Di era modern seperti saat ini, cara kerja manual sebaiknya mulai dikurangi dan menggunakan teknologi terbaru untuk mengawasi karyawan. Anda tidak akan tahu bagaimana tingkat kedisiplinan karyawan jika tidak pernah melakukan pengawasan intensif terhadap pekerjaan mereka. Oleh sebab itu, sekarang adalah saatnya untuk fokus mengukur kedisiplinan karywan dengan melihat laporan kehadiran mereka dari software absensi.
Cermati apakah karyawan datang tepat waktu setiap hari atau apakah mereka menggunakan waktu istirahatnya dengan bijak serta apakah mereka pulang kerja tepat waktu. Untuk memastikan agar data kehadiran karyawan dapat terekam dengan detail, tepat, dan cermat, hal yang dibutuhkan adalah mesin absensi otomatis. Di era saat ini, cara absensi manual tidak cukup efektif untuk mengawasi laporan kehadiran karyawan.

Padahal,salah satu hal yang dapat menjadi indikator kedisiplinan karyawan adalah ketepatan waktu absensi. Hal ini sangat penting bagi perusahaan karena efisiensi waktu memiliki peranan penting dalam perusahaan. Jika karyawan tidak disiplin, hal ini akan membuat kegiatan perusahaan menjadi terganggu. Seiring perkembangan zaman, metode absensi juga terus mengalami perubahan.
Bila absensi dulu dilakukan secara manual melalui buku absensi, akhir – akhir ini sudah populer dengan finger print yaitu mesin absen berbasis data sidik jari. Sampai saat ini finger print merupakan metode absensi yang banyak digunakan oleh berbagai instansi dan perusahaan karena jauh lebih mudah dan memiliki kemungkinan kecil disalahgunakan.

Namun saat ini sudah ada sistem baru yang lebih canggih dan dikenal sebagai absensi online dengan aplikasi absensi. Walaupun tergolong baru, sistem ini telah berhasil menarik perhatian instansi dan perusahaan karena keunggulannya yang dapat mengatasi kelemahan sistem absensi dengan finger print. Absensi online dianggap lebih menguntungkan dari berbagai sisi. Selain itu, sistem absensi ini juga jauh lebih efektif. Untuk meyakinkan Anda menggunakan sistem absensi ini, berikut ini adalah beberapa perbedaan sistem absensi online dengan absensi finger print

Sistem Online Dapat Menghindari Kecurangan
Sepintas, banyak yang beranggapan bahwa absensi finger print jauh lebih aman karena karyawan harus menempelkan sidik jari setiap harinya untuk absensi.Namun penggunaan finger print ternyata masih mempunyai celah untuk tindakan manipulasi data. Hal ini karena data yang disimpan tidak memakai rekapitulasi real time. Data absen justru tersimpan dulu untuk selanjutnya dipindahkan ke komputer. Hal itulah yang dapat menjadi celah untuk melakukan manipulasi.
Sementara itu pada sistem online, data yang masuk akan langsung diolah oleh administrator yang bertugas secara real time. Data absen tersebut akan langsung dikonfirmasi staf yang bertugas sebelum diarsipkan. Tidak hanya itu saja, satu karyawan hanya dapat mengakses akun absen melalui ponsel sendiri sehingga tidak memungkinkan adanya titip absen.

Lebih Hemat Waktu
Sistem absen dengan finger print memang bisa dikatakan sudah hemat waktu karena hanya perlu menempelkan sidik jari atau jempol ke mesin absensi sehingga data secara otomatis masuk ke mesin. Namun sistem online jauh lebih efektif dalam menghemat waktu karena karyawan tidak perlu repot-repot antre ketika mengakses mesin absensi. Pasalnya mesin tersebut sudah berada di tangan masing – masing. Bila dulu ada kejadian karyawan terlambat absen karena antre padahal sebenarnya ia datang tepat waktu, hal ini tidak akan terjadi lagi dengan sistem absen online. Selain lebih hemat waktu, sistem absen online juga tepat waktu karena menggunakan waktu global antara perangkat satu dengan yang lain.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki absensi online, sekarang merupakan saatnya bagi instansi dan perusahaan untuk mengubah sistem absen yang ada. Teknologi online tersebut akan membuat perhitungan absensi karyawan mulai dari kehadiran, waktu istirahat, dan waktu pulang menjadi lebih akurat. Saat ini sudah ada beberapa penyedia layanan absensi online yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.
KantorKita.com merupakan layanan yang menyediakan absensi online dan slip gaji online. Dengan layanan absensi android ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan. Untuk mengetahui lebih lanjut cara kerja layanan ini, Anda dapat mencoba layanan trial gratis selama 30 hari sehingga dapat mengetahui apa saja fitur dan keunggulan dari layanan ini.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here