Kenapa PHK Massal Bisa Terjadi? Belajar dari Kasus Tokopedia dan TikTok agar Perusahaan Lebih Siap
Dalam beberapa tahun terakhir, berita mengenai PHK massal menjadi perhatian publik. Sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Tokopedia dan TikTok, melakukan pengurangan jumlah karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis mereka.
Bagi sebagian orang, PHK massal sering dianggap sebagai tanda perusahaan mengalami kerugian. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan perusahaan mengambil keputusan untuk melakukan efisiensi tenaga kerja, mulai dari perubahan strategi bisnis, kondisi ekonomi global, hingga integrasi pasca-merger.
Lalu, kenapa PHK massal bisa terjadi seperti yang dialami Tokopedia dan TikTok? Apa yang bisa dipelajari oleh pemilik bisnis dan tim HR agar perusahaan lebih siap menghadapi perubahan?
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu PHK Massal?
PHK massal (Pemutusan Hubungan Kerja massal) adalah kondisi ketika perusahaan mengakhiri hubungan kerja dengan sejumlah besar karyawan dalam periode tertentu.
Berbeda dengan PHK individual, PHK massal biasanya dipengaruhi oleh faktor bisnis yang berdampak pada banyak posisi sekaligus.
Beberapa penyebab umum PHK massal antara lain:
- Restrukturisasi organisasi.
- Efisiensi biaya operasional.
- Penurunan pendapatan perusahaan.
- Perubahan strategi bisnis.
- Merger atau akuisisi.
- Otomatisasi proses kerja.
- Perubahan kondisi ekonomi.
Mengapa Tokopedia dan TikTok Melakukan PHK?
Kasus Tokopedia dan TikTok Shop menjadi sorotan karena melibatkan perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang cukup banyak.
Perlu dipahami bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata karena perusahaan “bangkrut”. Salah satu faktor utamanya adalah restrukturisasi organisasi setelah integrasi bisnis.
Setelah TikTok mengakuisisi mayoritas bisnis Tokopedia, kedua perusahaan mulai menyelaraskan struktur organisasi, sistem kerja, dan pembagian fungsi. Dalam proses ini, terdapat kemungkinan adanya posisi yang memiliki fungsi serupa sehingga dilakukan penyesuaian organisasi.
Selain itu, perusahaan teknologi juga menghadapi tekanan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, dan menyesuaikan investasi dengan kondisi pasar.
Kasus seperti ini menunjukkan bahwa PHK massal sering kali merupakan bagian dari perubahan strategi bisnis, bukan hanya akibat kerugian finansial.
Penyebab PHK Massal di Perusahaan
1. Restrukturisasi Organisasi
Restrukturisasi dilakukan ketika perusahaan ingin menyusun kembali struktur kerja agar lebih efisien.
Contohnya:
- Penggabungan divisi.
- Pengurangan jenjang manajemen.
- Penyederhanaan proses kerja.
Akibatnya, beberapa posisi dapat menjadi tidak lagi dibutuhkan.
2. Merger dan Akuisisi
Ketika dua perusahaan bergabung, sering terjadi tumpang tindih fungsi.
Misalnya:
- Dua tim HR.
- Dua tim Finance.
- Dua tim Marketing.
Perusahaan biasanya melakukan evaluasi untuk menentukan struktur organisasi yang baru.
3. Efisiensi Biaya Operasional
Biaya tenaga kerja merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar perusahaan.
Saat kondisi bisnis berubah, perusahaan dapat melakukan efisiensi untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Efisiensi tidak selalu berarti perusahaan merugi, tetapi bisa menjadi langkah untuk menjaga daya saing.
4. Perubahan Strategi Bisnis
Perusahaan dapat mengubah fokus bisnis sesuai kebutuhan pasar.
Misalnya:
- Mengurangi lini bisnis tertentu.
- Mengembangkan produk baru.
- Beralih ke teknologi digital.
Perubahan ini dapat memengaruhi kebutuhan tenaga kerja.
5. Kondisi Ekonomi Global
Inflasi, perlambatan ekonomi, perubahan nilai tukar, hingga ketidakpastian pasar global dapat memengaruhi pendapatan perusahaan.
Ketika permintaan menurun, perusahaan mungkin melakukan penyesuaian biaya, termasuk jumlah tenaga kerja.
6. Otomatisasi dan Digitalisasi
Perkembangan teknologi membuat beberapa pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat melalui sistem digital.
Contohnya:
- Administrasi otomatis.
- Sistem absensi digital.
- Payroll otomatis.
- Analisis data berbasis AI.
Hal ini mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja, meskipun tidak selalu berarti mengurangi jumlah karyawan secara keseluruhan.
Apakah PHK Massal Selalu Berarti Perusahaan Sedang Rugi?
Jawabannya adalah tidak selalu.
Ada perusahaan yang tetap mencatat pendapatan baik tetapi melakukan restrukturisasi agar:
- Organisasi lebih ramping.
- Proses pengambilan keputusan lebih cepat.
- Investasi lebih fokus.
- Operasional lebih efisien.
Artinya, PHK bisa menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Dampak PHK Massal bagi Perusahaan
1. Penurunan Moral Karyawan
Karyawan yang tetap bekerja dapat merasa:
- Cemas.
- Tidak aman.
- Khawatir menjadi korban berikutnya.
Karena itu, komunikasi internal menjadi sangat penting.
2. Hilangnya Pengetahuan Organisasi
Karyawan yang keluar membawa pengalaman dan pengetahuan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Jika proses alih pengetahuan (knowledge transfer) tidak dilakukan dengan baik, perusahaan dapat kehilangan aset intelektual yang berharga.
3. Penyesuaian Beban Kerja
Setelah PHK, pekerjaan yang sebelumnya ditangani beberapa orang mungkin harus dibagi kepada tim yang tersisa.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas.
4. Dampak terhadap Employer Branding
Cara perusahaan menangani proses PHK akan memengaruhi reputasinya di mata calon karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis.
Apa yang Bisa Dipelajari oleh Owner Bisnis?
Kasus PHK massal memberikan beberapa pelajaran penting.
1. Bangun Organisasi yang Adaptif
Perusahaan perlu memiliki struktur yang fleksibel sehingga dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar.
2. Gunakan Data dalam Pengambilan Keputusan
Keputusan terkait SDM sebaiknya didasarkan pada data, bukan asumsi.
Misalnya:
- Produktivitas.
- Beban kerja.
- Tingkat kehadiran.
- Kebutuhan bisnis.
3. Investasi pada Pengembangan Karyawan
Alih-alih hanya mengurangi tenaga kerja, perusahaan juga dapat meningkatkan kompetensi karyawan agar mampu mengisi peran baru.
4. Digitalisasi Proses HR
Administrasi HR yang masih manual sering menyulitkan perusahaan mendapatkan data yang akurat.
Digitalisasi membantu HR membuat keputusan lebih cepat dan tepat.
Peran HR dalam Menghadapi Restrukturisasi
HR memiliki peran penting dalam memastikan proses perubahan berjalan secara profesional.
Beberapa tanggung jawab HR meliputi:
- Menyusun komunikasi internal.
- Memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.
- Mengelola administrasi PHK.
- Mendukung proses transisi karyawan.
- Menjaga keterlibatan (engagement) karyawan yang tetap bekerja.
Bagaimana Kantor Kita Membantu HR Mengelola Perubahan?
Restrukturisasi organisasi membutuhkan data SDM yang akurat dan mudah diakses.
Sebagai solusi Human Resource Information System (HRIS), Kantor Kita membantu perusahaan mengelola administrasi SDM secara lebih efisien.
Beberapa fitur yang mendukung proses pengelolaan karyawan antara lain:
1. Data Karyawan Terpusat
Seluruh informasi karyawan tersimpan dalam satu sistem sehingga memudahkan proses administrasi dan pelaporan.
2. Absensi Digital
HR dapat memantau data kehadiran secara real-time untuk mendukung analisis kebutuhan tenaga kerja.
3. Pengelolaan Cuti dan Izin
Seluruh riwayat cuti dan izin terdokumentasi dengan baik sehingga memudahkan administrasi.
4. Monitoring Data SDM
Dengan data yang lebih rapi dan terstruktur, HR dapat menyusun laporan dan mengambil keputusan yang lebih cepat.
Cara Perusahaan Mengurangi Risiko PHK Massal
Walaupun tidak semua PHK dapat dihindari, perusahaan dapat meminimalkan risikonya dengan:
- Melakukan perencanaan tenaga kerja (workforce planning).
- Meningkatkan keterampilan (reskilling dan upskilling) karyawan.
- Mengoptimalkan produktivitas melalui teknologi.
- Melakukan evaluasi biaya operasional secara berkala.
- Memanfaatkan data HR untuk mendukung keputusan strategis.
Kesimpulan
PHK massal tidak selalu terjadi karena perusahaan mengalami kerugian. Dalam banyak kasus, seperti restrukturisasi yang terjadi setelah integrasi bisnis Tokopedia dan TikTok, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan organisasi dengan kebutuhan bisnis yang baru.
Bagi owner bisnis dan HR, pelajaran terpenting adalah pentingnya memiliki organisasi yang adaptif, pengambilan keputusan berbasis data, serta sistem HR yang mampu menyediakan informasi secara cepat dan akurat.
Dengan memanfaatkan solusi HRIS seperti Kantor Kita, perusahaan dapat mengelola data karyawan, absensi, serta administrasi SDM secara lebih efisien sehingga lebih siap menghadapi perubahan bisnis di masa depan.












