Cara Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

0
10

Masalah umum yang sering terjadi di dunia UMKM adalah uang pribadi dan uang bisnis yang tercampur. Banyak pemilik usaha yang beranggapan bahwa baik uang pribadi maupun uang bisnis sama-sama miliknya. Anggapan demikian memicu pencampuran dua sumber uang tersebut. Sebenarnya, mencampurkan uang pribadi dan bisnis merupakan kesalahan fatal. Keadaan bisnis akan sulit dinilai apakah sedang rugi atau untung. Dengan demikian, bisnis akan sulit berkembang bahkan risiko bangkrut meningkat.

Pemisahan uang pribadi dan bisnis merupakan fondasi penting dalam menjalankan bisnis. Dengan memisahkan uang, bisnis dapat dikelola secara profesional. Pemilik bisnis juga dapat mengambil keputusan yang berbasis data untuk kelancaran bisnisnya. Selain itu, pemisahan uang dapat menghindari adanya kebocoran keuangan. Artikel ini akan membahas cara memisahkan uang pribadi dan bisnis yang mudah diterapkan ke semua jenis usaha.

Mengapa Harus Memisahkan Uang Pribadi dan Bisnis?

Berikut adalah jawaban mengapa pemisahan uang menjadi hal yang krusial.

1. Memudahkan untuk Mengetahui Kondisi Bisnis

Jika semua uang dijadikan satu, pemilik usaha akan kesulitan membedakan antara pengeluaran pribadi dan bisnis. Kondisi bisnis juga menjadi tidak jelas. Apakah bisnis yang dijalankan menguntungkan? Apakah bisnis menggerus uang pribadi?

2. Memudahkan untuk Membuat Laporan Keuangan

Jika uang pribadi dan bisnis dicampur, proses pembuatan laporan keuangan akan lebih sulit. Apakah uang yang keluar hari ini merupakan uang konsumsi meeting? Apakah uang yang keluar minggu lalu merupakan uang bensin kendaraan pribadi?

3. Bisnis Lebih Aman dan Profesional

Pemilik bisnis dapat mengontrol bisnis lebih baik jika uang pribadi dan bisnis dipisah. Pemilik bisnis dapat menentukan gaji untuk pemilik, membatasi pengeluaran bisnis, dan menghindari pengambilan uang seenaknya. Terlebih lagi, jika suatu hari bisnis berkembang, proses pembukuannya akan lebih mudah.

Bagaimana Cara Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis?

Berikut adalah langkah mudah memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Cocok diterapkan di segala jenis bisnis.

1. Buka Rekening Bank atau Dompet Digital Khusus 

Sebuah bisnis sebaiknya memiliki rekening bank atau dompet digital khusus untuk keperluan bisnis tersebut. Rekening ini dapat digunakan untuk membayar gaji karyawan, menerima pembayaran dari pelanggan, belanja stok bahan baku atau produk, dan lain sebagainya. Dengan demikian, seluruh transaksi bisnis dapat dipusatkan melalui satu pintu. Selain itu, rekening dengan nama bisnis itu sendiri akan membuat bisnis terlihat profesional di mata pelanggan.

2. Tetapkan Gaji Pemilik (Owner’s Salary)

Salah satu alasan uang bisnis cepat habis adalah kebebasan pemilik dalam mengambil uang. Agar masalah ini tidak terulang, pemilik harus menetapkan sistem gaji untuk dirinya sendiri. Sebagai contoh, tetapkan gaji sebesar Rp2.000.000 yang hanya dapat diambil 1x dalam sebulan. 

Cara ini tetap dapat diterapkan meski bisnis masih belum menghasilkan profit yang besar. Tetapkan gaji dengan nominal kecil seperti Rp250.000 atau Rp500.000. Cara lain adalah hanya mengambil uang bisnis ketika benar-benar dibutuhkan. Yang terpenting adalah selalu mencatat pengeluaran berapa pun nominalnya. Dengan demikian, keuangan bisnis akan lebih stabil.

3. Buat Dana Darurat Terpisah

Banyak pemilik bisnis yang menyediakan dana darurat namun hanya untuk pribadi. Sebaiknya, dana darurat juga harus tersedia untuk keuangan bisnis. Dana darurat yang ideal sebaiknya menambah 10-20% dari biaya operasional. Dana darurat ini sebaiknya disimpan di rekening bisnis dan jangan digunakan untuk keperluan pribadi.

Dana darurat dapat membuat bisnis tetap berjalan meski ada hal-hal tidak terduga. Klien terlambat membayar, penjualan turun, mesin rusak tiba-tiba, seluruhnya dapat dicover oleh dana darurat. Dengan demikian, bisnis tetap dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu dana darurat pribadi.

4. Hindari Penggunaan Barang Pribadi untuk Operasional Bisnis 

Sebisa mungkin, hindari penggunaan barang pribadi untuk operasional bisnis. Terlebih lagi jika bisnis sudah termasuk skala besar. Sebagai contoh, penggunaan motor pribadi untuk antar pesanan, atau penggunaan laptop pribadi untuk kegiatan operasional. Penggunaan barang pribadi ini harus dicatat sebagai biaya sewa atau biaya penggunaan aset pribadi.

Jika bisnis masih berskala kecil atau UMKM, pemilik harus rajin mencatat biaya penggunaan aset pribadi. Pencatatan ini akan berguna bagi laporan bisnis nantinya. Jika penggunaan aset pribadi tidak dicatat, bisnis akan menunjukkan angka profit yang lebih besar. Kenyataannya, profit tersebut mengambil dari keuangan pribadi.

5. Gunakan Software Akuntansi atau Aplikasi Pencatatan Keuangan

Software akuntansi modern memiliki banyak fitur yang memudahkan proses pemisahan uang. Fitur-fitur tersebut antara lain pencatatan pemasukan dan pengeluaran otomatis, pemisahan pengeluaran pribadi dan bisnis, penyinkronan data dari rekening, dan lain sebagainya.  Penggunaan software akuntansi dapat membantu meminimalkan kesalahan yang dapat mengganggu pembukuan.

Software akuntansi tidak hanya dapat digunakan oleh bisnis besar. Bisnis skala kecil atau UMKM juga dapat menggunakan software akuntansi. Dengan penggunaan software ini, pemilik bisnis dapat memantau kondisi bisnis dengan lebih mudah. Jika kondisi bisnis masih belum memungkinkan untuk menggunakan software, pencatatan keuangan dapat dilakukan dengan cara manual (ditulis di buku) atau menggunakan aplikasi Spreadsheets.

Kesimpulan

Pemisahan uang pribadi dan uang bisnis tidak hanya tentang membuat laporan keuangan rapi, namun juga tentang membangun bisnis yang sehat dan profesional. Dengan rekening khusus, gaji pemilik, serta penggunaan software akuntansi, bisnis akan lebih mudah dikontrol dan lebih cepat berkembang. Bisnis yang dikelola dengan disiplin sesederhana pemisahan keuangan berpotensi besar untuk tumbuh dan bertahan lama.

 

Previous articleLangkah Mengatur Jam Kerja di Dashboard Admin KantorKita
Next articleCRM untuk Sekolah: Pelayanan Pendidikan yang Lebih Maju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here