Pengeluaran Boros di UMKM yang Harus Segera Dipangkas

0
2

Pemilik UMKM sering kali hanya fokus pada peningkatan penjualan dalam menjalankan usaha. Satu hal yang sering dilupakan adalah menjaga efisiensi biaya. Banyak bisnis kecil yang sebenarnya berpotensi mendapat untung besar, namun profitnya “bocor” karena pengeluaran yang tidak disadari. Kebocoran kecil seperti ini jika dibiarkan dalam jangka panjang akan merusak kesehatan keuangan bisnis dan menghambat pertumbuhan.

Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk mengevaluasi secara berkala jenis pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu atau dapat dioptimalkan. Berikut adalah berbagai pengeluaran boros yang paling sering terjadi dan bagaimana cara memangkasnya tanpa mengganggu operasional bisnis.

1. Stok Barang yang Tidak Bergerak (Dead Stock)

Dead stock adalah salah satu kebocoran terbesar dalam UMKM. Dead stock sering menjadi masalah terutama bagi bisnis retail, F&B, atau usaha yang menjual produk fisik. Stok yang tidak laku bukan hanya menyita ruang penyimpanan, tetapi juga modal yang mengendap.

Beberapa penyebab stok menumpuk:

  • Terlalu agresif membeli stok agar dapat harga lebih murah
  • Produk tren musiman dipesan terlalu banyak
  • Minim pencatatan inventaris
  • Salah memprediksi permintaan

Solusi pemangkasan:

  • Gunakan metode FIFO (First In, First Out)
  • Lakukan stok opname rutin
  • Terapkan sistem inventaris yang rapi
  • Beli stok berdasarkan data penjualan
  • Berikan promosi khusus untuk menghabiskan stok lama

2. Diskon Besar yang Tidak Dihitung dengan Benar

Banyak UMKM memberikan diskon besar dengan harapan meningkatkan penjualan. Namun, banyak pula yang tidak menghitung margin dengan tepat. Akibatnya, transaksi memang naik, tetapi profit justru turun.

Diskon yang tidak terencana dapat membuat bisnis merugi tanpa disadari, terutama jika:

  • Diskon diberikan tanpa batasan
  • Pelanggan hanya membeli saat promo
  • Program diskon tidak diukur hasilnya
  • Harga pokok terlalu tinggi

Solusi pemangkasan:

  • Hitung margin sebelum memberikan promo
  • Berikan promo yang menguntungkan seperti bundling
  • Pantau apakah promo benar-benar meningkatkan laba
  • Gunakan diskon sebagai strategi, bukan kebiasaan

3. Pengeluaran Operasional yang Tidak Efisien

Banyak UMKM melakukan kegiatan operasional secara manual. Kegiatan operasional manual menghabiskan waktu dan tenaga. Proses yang lambat membuat biaya membengkak, sebagai contoh:

  • Pencatatan transaksi secara manual
  • Pengecekan stok yang tidak teratur
  • Distribusi tugas yang berantakan
  • Aktivitas administratif berulang

Solusi pemangkasan:

  • Buat SOP yang jelas untuk proses harian
  • Gunakan software akuntansi atau POS sederhana
  • Gunakan teknologi untuk mengotomatisasi pekerjaan repetitif (pembuatan invoice atau laporan, pencatatan absensi)
  • Evaluasi workflow secara berkala

4. Pengeluaran Karyawan yang Tidak Proporsional

Tidak semua UMKM membutuhkan banyak karyawan di tahap awal. Pemilik bisnis sering terburu-buru menambah tenaga kerja. Sebenarnya, masih ada beberapa pekerjaan yang bisa dioptimalkan tanpa menambah biaya gaji.

Beberapa indikator over-hiring:

  • Karyawan tidak punya tugas jelas
  • Tugas yang sama dikerjakan dua orang
  • Beban kerja masih bisa ditangani dengan tim kecil
  • Posisi bisa diotomatisasi oleh teknologi

Solusi pemangkasan:

  • Optimalkan tim yang ada sebelum merekrut
  • Pastikan setiap karyawan punya KPI jelas
  • Alihkan tugas repetitif ke sistem otomatis
  • Outsource pekerjaan yang sifatnya sementara

5. Pengeluaran Marketing yang Tidak Terukur

Banyak UMKM mengeluarkan biaya besar untuk promosi. Namun, banyak pula yang tidak tahu apakah biaya tersebut menghasilkan penjualan atau tidak. Sebagai contoh:

  • Memasang iklan tanpa memahami target audiens
  • Mencetak brosur atau banner tanpa tujuan yang jelas
  • Membayar influencer yang tidak relevan
  • Melakukan campaign besar tanpa mengevaluasi performanya

Solusi pemangkasan:

  • Mulai dari budget kecil lalu evaluasi
  • Fokus pada strategi organik seperti konten edukatif
  • Gunakan pemasaran digital yang bisa dilacak hasilnya
  • Hindari channel yang tidak relevan dengan target pasar

6. Pengeluaran Kecil yang Tidak Dicatat

Pengeluaran kecil adalah sumber pemborosan terbesar bagi UMKM. Banyak UMKM yang tidak mencatat pengeluaran kecil seperti:

  • Biaya parkir
  • Ongkos kirim kecil (di bawah Rp25.000)
  • Pembelian bahan minor
  • Biaya tidak terduga

Solusi pemangkasan:

  • Catat semua pengeluaran meski biayanya kecil
  • Gunakan aplikasi pembukuan sederhana
  • Buat kategori pengeluaran agar mudah dievaluasi
  • Lakukan review keuangan bulanan

7. Pengeluaran Peralatan yang Bisa Dihemat

Biaya listrik, air, internet, hingga konsumsi atau snack sering membengkak karena tidak diawasi. Sebagai contoh:

  • Penggunaan listrik berlebihan
  • AC atau kipas angin dibiarkan menyala terus
  • Paket internet terlalu besar dari kebutuhan
  • Pembelian air minum atau snack kantor setiap hari
  • Peralatan yang tidak dirawat yang kemudian sering rusak

Solusi pemangkasan:

  • Gunakan peralatan hemat energi
  • Atur SOP penggunaan listrik dan AC
  • Pilih paket internet sesuai kebutuhan
  • Tetapkan budget untuk konsumsi bulanan
  • Rutin merawat peralatan agar tidak cepat rusak

8. Pengeluaran Langganan dan Tools yang Jarang Dipakai

Banyak UMKM berlangganan berbagai layanan digital yang sebenarnya tidak terlalu digunakan. Sebagai contoh:

  • Software desain
  • Aplikasi manajemen proyek
  • Tools premium yang tidak dimaksimalkan penggunaannya

Solusi pemangkasan:

  • Manfaatkan versi gratis atau paket basic
  • Pilih tools yang multifungsi agar tidak perlu banyak aplikasi
  • Audit seluruh tools digital setiap 3 bulan
  • Hentikan langganan yang tidak penting

Penutup

Strategi untuk mengurangi pengeluaran boros bukan berarti menahan pertumbuhan bisnis. Strategi ini justru merupakan langkah penting untuk menjaga UMKM siap berkembang. Dengan mengawasi setiap jenis pengeluaran, bisnis dapat beroperasi lebih optimal tanpa menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting.

Previous articlePerbandingan Absensi Manual vs Absensi Digital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here