{"id":9128,"date":"2026-06-24T17:02:43","date_gmt":"2026-06-24T10:02:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/?p=9128"},"modified":"2026-06-24T17:02:43","modified_gmt":"2026-06-24T10:02:43","slug":"perhitungan-sisa-cuti-karyawan-yang-dapat-diuangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/perhitungan-sisa-cuti-karyawan-yang-dapat-diuangkan\/","title":{"rendered":"Perhitungan Sisa Cuti Karyawan yang Dapat Diuangkan dan Rumusnya"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"160qas4\" data-start=\"0\" data-end=\"91\">Perhitungan Sisa Cuti Karyawan yang Dapat Diuangkan: Aturan, Rumus, dan Cara Mengelolanya<\/h1>\n<p data-start=\"93\" data-end=\"324\">Cuti merupakan salah satu hak karyawan yang diberikan perusahaan sebagai bentuk keseimbangan antara pekerjaan dan waktu istirahat. Namun, dalam praktiknya masih banyak karyawan yang memiliki sisa cuti hingga akhir periode tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"326\" data-end=\"416\">Pertanyaannya, <strong data-start=\"341\" data-end=\"416\">apakah sisa cuti karyawan bisa diuangkan? Bagaimana cara menghitungnya?<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"418\" data-end=\"588\">Pengelolaan sisa cuti menjadi hal penting bagi HR karena berkaitan dengan administrasi karyawan, perhitungan kompensasi, hingga kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan.<\/p>\n<p data-start=\"590\" data-end=\"760\">Dengan sistem yang tepat seperti <a href=\"https:\/\/app.kantorkita.co.id\/\"><strong data-start=\"623\" data-end=\"638\">Kantor Kita<\/strong><\/a>, perusahaan dapat mengelola saldo cuti, pengajuan izin, hingga riwayat penggunaan cuti secara lebih mudah dan transparan.<\/p>\n<h1 data-section-id=\"h4ooe2\" data-start=\"767\" data-end=\"796\">Apa Itu Sisa Cuti Karyawan?<\/h1>\n<p data-start=\"798\" data-end=\"943\">Sisa cuti karyawan adalah jumlah hak cuti yang masih dimiliki karyawan setelah dikurangi dengan cuti yang sudah digunakan dalam periode tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"945\" data-end=\"955\">Contohnya:<\/p>\n<p data-start=\"957\" data-end=\"1020\">Seorang karyawan mendapatkan hak cuti tahunan sebanyak 12 hari.<\/p>\n<p data-start=\"1022\" data-end=\"1067\">Dalam satu tahun, karyawan sudah menggunakan:<\/p>\n<ul data-start=\"1069\" data-end=\"1091\">\n<li data-section-id=\"15aiwxh\" data-start=\"1069\" data-end=\"1091\">Cuti tahunan: 7 hari<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1093\" data-end=\"1098\">Maka:<\/p>\n<p data-start=\"1100\" data-end=\"1132\"><strong data-start=\"1100\" data-end=\"1132\">Sisa cuti = 12 hari &#8211; 7 hari<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"1134\" data-end=\"1156\"><strong data-start=\"1134\" data-end=\"1156\">Sisa cuti = 5 hari<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"1158\" data-end=\"1234\">Sisa cuti inilah yang kemudian dapat mengikuti kebijakan perusahaan, apakah:<\/p>\n<ul data-start=\"1236\" data-end=\"1331\">\n<li data-section-id=\"3p7yqc\" data-start=\"1236\" data-end=\"1269\">Hangus pada periode berikutnya.<\/li>\n<li data-section-id=\"1qv9fhy\" data-start=\"1270\" data-end=\"1299\">Dibawa ke tahun berikutnya.<\/li>\n<li data-section-id=\"n4vy20\" data-start=\"1300\" data-end=\"1331\">Diuangkan menjadi kompensasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h1 data-section-id=\"1y430v1\" data-start=\"1338\" data-end=\"1381\">Apakah Sisa Cuti Karyawan Bisa Diuangkan?<\/h1>\n<p data-start=\"1383\" data-end=\"1476\">Jawabannya: <strong data-start=\"1395\" data-end=\"1476\">bisa atau tidak tergantung pada ketentuan perusahaan dan aturan yang berlaku.<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"1478\" data-end=\"1671\">Dalam praktik ketenagakerjaan di Indonesia, penggantian sisa cuti dengan uang dapat berlaku pada kondisi tertentu, terutama ketika hubungan kerja berakhir atau berdasarkan kebijakan perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"1673\" data-end=\"1700\">Beberapa kondisi yang umum:<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1001fi7\" data-start=\"1702\" data-end=\"1735\">1. Saat Karyawan Mengalami PHK<\/h2>\n<p data-start=\"1737\" data-end=\"1892\">Jika hubungan kerja berakhir, hak cuti yang belum digunakan dapat menjadi bagian dari hak karyawan yang perlu diperhitungkan sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"p3gqg2\" data-start=\"1899\" data-end=\"1925\">2. Saat Karyawan Resign<\/h2>\n<p data-start=\"1927\" data-end=\"2074\">Pada beberapa perusahaan, sisa cuti yang masih tersedia dapat diberikan dalam bentuk kompensasi sesuai kebijakan internal dan peraturan perusahaan.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1k3rpcw\" data-start=\"2081\" data-end=\"2119\">3. Berdasarkan Kebijakan Perusahaan<\/h2>\n<p data-start=\"2121\" data-end=\"2159\">Ada perusahaan yang menerapkan sistem:<\/p>\n<ul data-start=\"2161\" data-end=\"2246\">\n<li data-section-id=\"dwvocr\" data-start=\"2161\" data-end=\"2175\">Cuti hangus.<\/li>\n<li data-section-id=\"1b6bibe\" data-start=\"2176\" data-end=\"2228\">Cuti carry forward (dibawa ke periode berikutnya).<\/li>\n<li data-section-id=\"udy721\" data-start=\"2229\" data-end=\"2246\">Cuti diuangkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2248\" data-end=\"2328\">Karena itu, HR perlu memiliki aturan tertulis agar tidak terjadi kesalahpahaman.<\/p>\n<h1 data-section-id=\"1qb6h2p\" data-start=\"2335\" data-end=\"2368\">Dasar Perhitungan Cuti Karyawan<\/h1>\n<p data-start=\"2370\" data-end=\"2490\">Secara umum, pekerja yang telah memenuhi masa kerja tertentu memiliki hak cuti tahunan sesuai ketentuan ketenagakerjaan.<\/p>\n<p data-start=\"2492\" data-end=\"2523\">Perusahaan biasanya menetapkan:<\/p>\n<ul data-start=\"2525\" data-end=\"2636\">\n<li data-section-id=\"8zw5bl\" data-start=\"2525\" data-end=\"2551\">Jumlah hak cuti tahunan.<\/li>\n<li data-section-id=\"1vniz3g\" data-start=\"2552\" data-end=\"2579\">Periode perhitungan cuti.<\/li>\n<li data-section-id=\"1g9fm92\" data-start=\"2580\" data-end=\"2604\">Batas penggunaan cuti.<\/li>\n<li data-section-id=\"10bue4e\" data-start=\"2605\" data-end=\"2636\">Aturan penggantian sisa cuti.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2638\" data-end=\"2682\">Kebijakan tersebut biasanya tercantum dalam:<\/p>\n<ul data-start=\"2684\" data-end=\"2752\">\n<li data-section-id=\"18dzut6\" data-start=\"2684\" data-end=\"2707\">Peraturan perusahaan.<\/li>\n<li data-section-id=\"4v243j\" data-start=\"2708\" data-end=\"2727\">Perjanjian kerja.<\/li>\n<li data-section-id=\"1cf1f1t\" data-start=\"2728\" data-end=\"2752\">Kebijakan HR internal.<\/li>\n<\/ul>\n<h1 data-section-id=\"1fydtrt\" data-start=\"2759\" data-end=\"2796\">Rumus Menghitung Sisa Cuti Karyawan<\/h1>\n<p data-start=\"2798\" data-end=\"2845\">Untuk menghitung sisa cuti, rumus sederhananya:<\/p>\n<p data-start=\"2847\" data-end=\"2912\"><strong data-start=\"2847\" data-end=\"2912\">Sisa Cuti = Total Hak Cuti &#8211; Jumlah Cuti yang Sudah Digunakan<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2914\" data-end=\"2921\">Contoh:<\/p>\n<p data-start=\"2923\" data-end=\"2948\">Hak cuti tahunan:<br \/>\n12 hari<\/p>\n<p data-start=\"2950\" data-end=\"2983\">Cuti yang sudah digunakan:<br \/>\n8 hari<\/p>\n<p data-start=\"2985\" data-end=\"2990\">Maka:<\/p>\n<p data-start=\"2992\" data-end=\"3014\"><strong data-start=\"2992\" data-end=\"3014\">Sisa Cuti = 12 &#8211; 8<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3016\" data-end=\"3038\"><strong data-start=\"3016\" data-end=\"3038\">Sisa Cuti = 4 hari<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3040\" data-end=\"3100\">Artinya, karyawan masih memiliki saldo cuti sebanyak 4 hari.<\/p>\n<h1 data-section-id=\"1o1jhng\" data-start=\"3107\" data-end=\"3150\">Cara Menghitung Nilai Uang dari Sisa Cuti<\/h1>\n<p data-start=\"3152\" data-end=\"3263\">Jika perusahaan memiliki kebijakan menguangkan sisa cuti, maka perlu dilakukan perhitungan nilai kompensasinya.<\/p>\n<p data-start=\"3265\" data-end=\"3305\">Salah satu metode yang sering digunakan:<\/p>\n<p data-start=\"3307\" data-end=\"3362\"><strong data-start=\"3307\" data-end=\"3362\">Nilai Cuti = Jumlah Sisa Cuti \u00d7 Nilai Cuti per Hari<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3364\" data-end=\"3487\">Untuk mengetahui nilai cuti per hari, perusahaan dapat menggunakan dasar perhitungan sesuai kebijakan payroll yang berlaku.<\/p>\n<p data-start=\"3489\" data-end=\"3506\">Contoh sederhana:<\/p>\n<p data-start=\"3508\" data-end=\"3542\">Gaji bulanan karyawan:<br \/>\nRp6.000.000<\/p>\n<p data-start=\"3544\" data-end=\"3570\">Jumlah hari kerja:<br \/>\n25 hari<\/p>\n<p data-start=\"3572\" data-end=\"3592\">Nilai cuti per hari:<\/p>\n<p data-start=\"3594\" data-end=\"3610\">Rp6.000.000 \u00f7 25<\/p>\n<p data-start=\"3612\" data-end=\"3632\">= Rp240.000 per hari<\/p>\n<p data-start=\"3634\" data-end=\"3649\">Jika sisa cuti:<\/p>\n<p data-start=\"3651\" data-end=\"3657\">5 hari<\/p>\n<p data-start=\"3659\" data-end=\"3664\">Maka:<\/p>\n<p data-start=\"3666\" data-end=\"3679\">5 \u00d7 Rp240.000<\/p>\n<p data-start=\"3681\" data-end=\"3694\">= Rp1.200.000<\/p>\n<p data-start=\"3696\" data-end=\"3735\">Nilai kompensasi sisa cuti:<br \/>\nRp1.200.000<\/p>\n<h1 data-section-id=\"kw2him\" data-start=\"3742\" data-end=\"3790\">Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Sisa Cuti<\/h1>\n<p data-start=\"3792\" data-end=\"3856\">Perhitungan sisa cuti tidak selalu sama untuk setiap perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"3858\" data-end=\"3891\">Beberapa faktor yang memengaruhi:<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1svafzq\" data-start=\"3893\" data-end=\"3919\">1. Kebijakan Perusahaan<\/h2>\n<p data-start=\"3921\" data-end=\"3971\">Setiap perusahaan memiliki aturan berbeda terkait:<\/p>\n<ul data-start=\"3973\" data-end=\"4033\">\n<li data-section-id=\"orle51\" data-start=\"3973\" data-end=\"3993\">Masa berlaku cuti.<\/li>\n<li data-section-id=\"11htxf1\" data-start=\"3994\" data-end=\"4013\">Batas penggunaan.<\/li>\n<li data-section-id=\"1jakth9\" data-start=\"4014\" data-end=\"4033\">Penggantian uang.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-section-id=\"112n42x\" data-start=\"4040\" data-end=\"4056\">2. Jenis Cuti<\/h2>\n<p data-start=\"4058\" data-end=\"4097\">Tidak semua jenis cuti dapat diuangkan.<\/p>\n<p data-start=\"4099\" data-end=\"4109\">Contohnya:<\/p>\n<ul data-start=\"4111\" data-end=\"4174\">\n<li data-section-id=\"18igijo\" data-start=\"4111\" data-end=\"4126\">Cuti tahunan.<\/li>\n<li data-section-id=\"1e8fu5q\" data-start=\"4127\" data-end=\"4141\">Cuti khusus.<\/li>\n<li data-section-id=\"4og2p5\" data-start=\"4142\" data-end=\"4155\">Cuti sakit.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ru4f5r\" data-start=\"4156\" data-end=\"4174\">Cuti melahirkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4176\" data-end=\"4205\">Memiliki aturan yang berbeda.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"djr761\" data-start=\"4212\" data-end=\"4237\">3. Masa Kerja Karyawan<\/h2>\n<p data-start=\"4239\" data-end=\"4313\">Beberapa perusahaan menerapkan kebijakan berbeda berdasarkan lama bekerja.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"5ukgds\" data-start=\"4320\" data-end=\"4347\">4. Status Hubungan Kerja<\/h2>\n<p data-start=\"4349\" data-end=\"4381\">Perhitungan dapat berbeda untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"4383\" data-end=\"4455\">\n<li data-section-id=\"1lcvxze\" data-start=\"4383\" data-end=\"4400\">Karyawan tetap.<\/li>\n<li data-section-id=\"14610wo\" data-start=\"4401\" data-end=\"4420\">Karyawan kontrak.<\/li>\n<li data-section-id=\"1we5ouc\" data-start=\"4421\" data-end=\"4455\">Karyawan yang mengundurkan diri.<\/li>\n<\/ul>\n<h1 data-section-id=\"1bxs5qw\" data-start=\"4462\" data-end=\"4502\">Tantangan HR dalam Mengelola Sisa Cuti<\/h1>\n<p data-start=\"4504\" data-end=\"4576\">Pengelolaan cuti sering menjadi tantangan administratif bagi perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"4578\" data-end=\"4615\">Beberapa masalah yang sering terjadi:<\/p>\n<h2 data-section-id=\"10867dz\" data-start=\"4617\" data-end=\"4643\">Rekap Cuti Masih Manual<\/h2>\n<p data-start=\"4645\" data-end=\"4716\">Jika menggunakan spreadsheet, risiko kesalahan pencatatan lebih tinggi.<\/p>\n<p data-start=\"4718\" data-end=\"4728\">Contohnya:<\/p>\n<ul data-start=\"4730\" data-end=\"4814\">\n<li data-section-id=\"1vxle8j\" data-start=\"4730\" data-end=\"4756\">Saldo cuti tidak sesuai.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ydgrd1\" data-start=\"4757\" data-end=\"4785\">Data terlambat diperbarui.<\/li>\n<li data-section-id=\"192bdu7\" data-start=\"4786\" data-end=\"4814\">Riwayat cuti sulit dicari.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-section-id=\"yu6bvi\" data-start=\"4821\" data-end=\"4858\">Sulit Memantau Saldo Cuti Karyawan<\/h2>\n<p data-start=\"4860\" data-end=\"4909\">HR membutuhkan data yang akurat untuk mengetahui:<\/p>\n<ul data-start=\"4911\" data-end=\"5020\">\n<li data-section-id=\"135swyq\" data-start=\"4911\" data-end=\"4946\">Berapa sisa cuti setiap karyawan.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ph8071\" data-start=\"4947\" data-end=\"4983\">Siapa yang belum menggunakan cuti.<\/li>\n<li data-section-id=\"6jwcep\" data-start=\"4984\" data-end=\"5020\">Berapa total kewajiban perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-section-id=\"1sn2b6s\" data-start=\"5027\" data-end=\"5059\">Risiko Kesalahan Saat Payroll<\/h2>\n<p data-start=\"5061\" data-end=\"5150\">Jika sisa cuti diuangkan, kesalahan perhitungan dapat berdampak pada pembayaran karyawan.<\/p>\n<h1 data-section-id=\"4bi7w4\" data-start=\"5157\" data-end=\"5209\">Cara Mengelola Cuti Lebih Mudah dengan Kantor Kita<\/h1>\n<p data-start=\"5211\" data-end=\"5326\">Di era digital, perusahaan membutuhkan sistem yang membantu pengelolaan administrasi karyawan secara lebih praktis.<\/p>\n<p data-start=\"5328\" data-end=\"5439\"><a href=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/\"><strong data-start=\"5328\" data-end=\"5343\">Kantor Kita<\/strong><\/a> membantu HR mengelola kebutuhan cuti secara digital melalui sistem yang lebih rapi dan efisien.<\/p>\n<p data-start=\"5441\" data-end=\"5461\">Beberapa manfaatnya:<\/p>\n<h2 data-section-id=\"wpg3y6\" data-start=\"5463\" data-end=\"5499\">1. Monitoring Saldo Cuti Otomatis<\/h2>\n<p data-start=\"5501\" data-end=\"5568\">HR dapat melihat jumlah cuti yang tersedia tanpa menghitung manual.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1cjgitv\" data-start=\"5575\" data-end=\"5609\">2. Pengajuan Cuti Lebih Praktis<\/h2>\n<p data-start=\"5611\" data-end=\"5694\">Karyawan dapat mengajukan cuti melalui sistem sehingga proses approval lebih cepat.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"16wo43\" data-start=\"5701\" data-end=\"5734\">3. Riwayat Cuti Tersimpan Rapi<\/h2>\n<p data-start=\"5736\" data-end=\"5822\">Semua data penggunaan cuti tercatat sehingga mudah digunakan saat evaluasi atau audit.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1dmvdgm\" data-start=\"5829\" data-end=\"5868\">4. Mengurangi Kesalahan Administrasi<\/h2>\n<p data-start=\"5870\" data-end=\"5939\">Sistem membantu mengurangi risiko salah input dan perhitungan manual.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"12us1ns\" data-start=\"5946\" data-end=\"5977\">5. Mendukung Transparansi HR<\/h2>\n<p data-start=\"5979\" data-end=\"6046\">Karyawan dapat mengetahui informasi cuti mereka dengan lebih jelas.<\/p>\n<h1 data-section-id=\"1mpu0hw\" data-start=\"6053\" data-end=\"6106\">Tips Agar Pengelolaan Cuti Perusahaan Lebih Efektif<\/h1>\n<h2 data-section-id=\"1ifwyg6\" data-start=\"6108\" data-end=\"6141\">Buat Kebijakan Cuti yang Jelas<\/h2>\n<p data-start=\"6143\" data-end=\"6170\">Pastikan karyawan memahami:<\/p>\n<ul data-start=\"6172\" data-end=\"6221\">\n<li data-section-id=\"1f1vj67\" data-start=\"6172\" data-end=\"6183\">Hak cuti.<\/li>\n<li data-section-id=\"enh2t6\" data-start=\"6184\" data-end=\"6201\">Cara pengajuan.<\/li>\n<li data-section-id=\"mlhfjs\" data-start=\"6202\" data-end=\"6221\">Aturan sisa cuti.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-section-id=\"1ob9rpv\" data-start=\"6228\" data-end=\"6253\">Gunakan Sistem Digital<\/h2>\n<p data-start=\"6255\" data-end=\"6326\">Digitalisasi membantu HR menghemat waktu dan meningkatkan akurasi data.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"xpwsmk\" data-start=\"6333\" data-end=\"6362\">Lakukan Monitoring Berkala<\/h2>\n<p data-start=\"6364\" data-end=\"6418\">Jangan menunggu akhir tahun untuk mengecek saldo cuti.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"10hjvqp\" data-start=\"6425\" data-end=\"6457\">Integrasikan dengan Sistem HR<\/h2>\n<p data-start=\"6459\" data-end=\"6549\">Data cuti yang terhubung dengan absensi dan payroll akan membuat administrasi lebih mudah.<\/p>\n<h1 data-section-id=\"1n19aex\" data-start=\"6556\" data-end=\"6568\">Kesimpulan<\/h1>\n<p data-start=\"6570\" data-end=\"6712\"><strong data-start=\"6570\" data-end=\"6625\">Perhitungan sisa cuti karyawan yang dapat diuangkan<\/strong> perlu dikelola dengan tepat agar hak karyawan dan kebutuhan perusahaan tetap seimbang.<\/p>\n<p data-start=\"6714\" data-end=\"6748\">Rumus dasar yang digunakan adalah:<\/p>\n<p data-start=\"6750\" data-end=\"6815\"><strong data-start=\"6750\" data-end=\"6815\">Sisa Cuti = Total Hak Cuti &#8211; Jumlah Cuti yang Sudah Digunakan<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6817\" data-end=\"6916\">Sementara pengubahan sisa cuti menjadi uang mengikuti kebijakan perusahaan dan aturan yang berlaku.<\/p>\n<p data-start=\"6918\" data-end=\"7087\">Dengan bantuan sistem HR digital seperti <strong data-start=\"6959\" data-end=\"6974\">Kantor Kita<\/strong>, perusahaan dapat mengelola cuti, absensi, dan administrasi karyawan secara lebih mudah, akurat, dan transparan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perhitungan Sisa Cuti Karyawan yang Dapat Diuangkan: Aturan, Rumus, dan Cara Mengelolanya Cuti merupakan salah satu hak karyawan yang diberikan perusahaan sebagai bentuk keseimbangan antara pekerjaan dan waktu istirahat. Namun, dalam praktiknya masih banyak karyawan yang memiliki sisa cuti hingga akhir periode tertentu. Pertanyaannya, apakah sisa cuti karyawan bisa diuangkan? Bagaimana cara menghitungnya? Pengelolaan sisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":9129,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[59,2667,566,2651,341,220,1013],"class_list":{"0":"post-9128","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-absensi-online","8":"tag-absensi-online","9":"tag-administrasi-karyawan","10":"tag-cuti-karyawan","11":"tag-hr-indonesia","12":"tag-hris","13":"tag-kantor-kita","14":"tag-manajemen-sdm"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9128"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9128"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9130,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9128\/revisions\/9130"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}