{"id":8697,"date":"2026-01-23T13:53:44","date_gmt":"2026-01-23T06:53:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/?p=8697"},"modified":"2026-01-23T13:53:44","modified_gmt":"2026-01-23T06:53:44","slug":"checklist-keuangan-harian-bulanan-untuk-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/checklist-keuangan-harian-bulanan-untuk-umkm\/","title":{"rendered":"Checklist Keuangan Harian &#038; Bulanan untuk UMKM"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan keuangan bisnis adalah salah satu tugas terpenting bagi pemilik UMKM. Sayangnya, banyak pelaku usaha masih mengandalkan ingatan atau pencatatan seadanya sehingga laporan keuangan sering berantakan dan sulit dipantau. Meski skalanya masih kecil, UMKM sebaiknya membuat pembukuan keuangan yang rapi agar bisnis tetap stabil dan siap berkembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> keuangan dapat membantu pemilik UMKM menjalankan manajemen keuangan dengan lebih terstruktur. Manajemen keuangan UMKM tidak perlu terlalu rumit, cukup dengan langkah-langkah mudah yang dapat dilakukan setiap hari. Artikel ini akan membahas <em>checklist<\/em> keuangan harian dan bulanan yang mudah diikuti oleh UMKM, bahkan untuk pemilik yang tidak punya latar belakang akuntansi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapa <em>Checklist<\/em> Keuangan Penting untuk UMKM?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> keuangan memberikan manfaat bagi UMKM. Beberapa di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari saldo minus atau kekurangan dana mendadak\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendeteksi adanya selisih uang atau potensi kecurangan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan pemasukan tercatat dengan benar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah pengeluaran tidak terkontrol<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui posisi kas setiap saat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memudahkan pembuatan laporan keuangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> bukan hanya sebagai alat pencatat, namun juga sistem kontrol internal sederhana untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis.<\/span><\/p>\n<h2><b><em>Checklist<\/em> Keuangan Harian UMKM<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> harian bertujuan untuk memastikan operasional berjalan lancar, arus kas aman, dan tidak ada transaksi yang terlewat. Berikut poin-poin penting yang sebaiknya dilakukan setiap hari:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Catat Semua Pemasukan Harian<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap penjualan atau pemasukan bisnis harus tercatat hari itu juga, termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjualan tunai<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transfer bank<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran via <em>e-wallet<\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran cicilan dari pelanggan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nominal, metode pembayaran, waktu transaksi, dan produk\/jasa yang terjual harus dicatat seluruhnya. Dengan demikian, Anda dapat memantau penjualan harian secara akurat tanpa bergantung pada ingatan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Catat Semua Pengeluaran Harian<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah kerap muncul dari pengeluaran kecil yang tidak tercatat. Sebagai contoh, pembelian bensin, plastik kemasan, atau uang makan karyawan. Jika dibiarkan, pengeluaran kecil bisa mengganggu saldo dan menyebabkan selisih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengeluaran harian harus dicatat terutama pengeluaran berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelian bahan baku<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya operasional (air, listrik, transportasi)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uang kecil (ATK, parkir, kopi untuk tamu, dll)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran <em>supplier<\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh pengeluaran sebaiknya disertai bukti berupa struk atau nota.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Periksa Saldo Kas dan Saldo Bank<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap akhir hari atau setelah jam operasional bisnis, cocokkan catatan transaksi dengan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kas fisik<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saldo <em>e-wallet<\/em> bisnis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mutasi bank<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini akan memudahkan pelacakan jika ada selisih. Tidak perlu menunggu hingga akhir bulan untuk mencari penyebab selisih.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Lakukan Rekonsiliasi Kas Kecil (<em>Petty Cash<\/em>)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bisnis menggunakan kas kecil, pastikan hal berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saldo awal + pemasukan \u2013 pengeluaran = saldo akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini penting untuk mencegah selisih dan menghindari penggunaan kas yang tidak semestinya.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. <em>Update<\/em> Piutang dan Utang Jatuh Tempo<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap hari, Anda perlu mengecek apakah ada pelanggan yang sudah jatuh tempo pembayarannya. Cek pula apakah ada tagihan <em>supplier<\/em> yang terlewat. Pemantauan ringkas ini membantu menjaga arus kas tetap sehat.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Simpan dan Arsipkan Bukti Transaksi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap selesai berbelanja, kumpulkan struk dan bukti transaksi ke dalam satu tempat, baik folder fisik atau folder digital. Jangan menumpuk sampai akhir bulan karena nantinya akan lebih sulit untuk dicari.<\/span><\/p>\n<h2><b><em>Checklist<\/em> Keuangan Mingguan (Opsional)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk <a href=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/aplikasi-absensi-digital-terbaik-untuk-umkm\/\">UMKM<\/a> dengan transaksi yang ramai, pengawasan mingguan membantu mengontrol arus kas. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan setiap akhir minggu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Review total pemasukan dan pengeluaran mingguan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis biaya terbesar minggu ini<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembandingan dengan minggu sebelumnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Update<\/em> stok barang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> ini membantu Anda mendapat gambaran lebih cepat tanpa menunggu akhir bulan.<\/span><\/p>\n<h2><b><em>Checklist<\/em> Keuangan Bulanan UMKM<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em><\/span>\u00a0bulanan bertujuan memberi gambaran besar tentang performa bisnis dalam satu periode. Bagian ini penting untuk strategi jangka panjang.<\/p>\n<h3><b>1. Rekonsiliasi Bank dan Laporan Transaksi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cocokkan semua transaksi selama sebulan dengan mutasi bank. Anda harus memastikan tidak ada transaksi yang hilang atau tercatat ganda. Proses ini akan menghasilkan laporan kas yang akurat.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Hitung dan <em>Review<\/em> Arus Kas (<em>Cash Flow<\/em>)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arus kas adalah &#8220;napas&#8221; dari sebuah bisnis. Berikut beberapa hal yang harus Anda cek:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa total uang masuk bulan ini?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa total uang keluar?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus kas positif atau negatif?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika arus kas negatif selama beberapa bulan, bisnis berada dalam kondisi tidak sehat meski penjualan tinggi.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Catat dan <em>Review<\/em> Piutang Usaha<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat daftar pelanggan yang belum membayar, kemudian cek hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mana yang sudah lewat jatuh tempo?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mana yang harus ditagih minggu ini?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ada piutang yang harus dibuatkan kebijakan \u201ctulis piutang ragu-ragu\u201d?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan piutang mencegah dana macet.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. <em>Review<\/em> Utang Usaha<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cek tagihan yang harus dibayar, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Supplier<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cicilan kredit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sewa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya langganan bulanan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara tagihan tersebut, prioritaskan yang jatuh tempo paling dekat untuk mencegah denda atau gangguan operasional.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. <em>Update<\/em> Persediaan Barang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bisnis Anda menjual produk, lakukan <em>stock opname<\/em> bulanan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cek stok fisik dan catatan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hitung selisih<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis barang yang kadaluarsa, rusak, atau lambat terjual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persediaan yang tidak terkendali dapat mengganggu <em>cash flow.<\/em><\/span><\/p>\n<h3><b>6. Buat Laporan Keuangan Sederhana<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/tips-pembukuan-keuangan-sederhana-untuk-umkm\/\">Laporan keuangan<\/a> bagi UMKM tidak perlu serumit perusahaan besar. Cukup buat tiga laporan berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Laporan Laba Rugi<span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 menunjukkan untung\/rugi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Neraca<span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 menunjukkan aset, utang, dan ekuitas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Arus Kas<span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 menunjukkan pergerakan uang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tiga laporan ini, Anda dapat menilai kondisi bisnis secara lengkap.<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Analisis Kinerja Keuangan Bulanan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut daftar pertanyaan yang harus Anda jawab ketika menganalisis kinerja keuangan bulanan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjualan naik atau turun?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa penyebab utama biaya terbesar bulan ini?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa margin keuntungan?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah bisnis menghasilkan profit?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ada pengeluaran yang bisa dihemat bulan depan?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis ini membantu Anda mengambil keputusan lebih strategis.<\/span><\/p>\n<h3><b>8. Rencanakan Anggaran untuk Bulan Berikutnya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> penutup bulan adalah membuat rencana anggaran, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Target penjualan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Estimasi biaya operasional<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengeluaran yang harus dihemat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dana cadangan yang perlu disiapkan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis akan lebih terarah dengan adanya rencana anggaran.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> keuangan harian dan bulanan memberikan struktur yang membantu pemilik UMKM mengelola keuangan dengan lebih rapi dan profesional. Dengan mencatat pemasukan, pengeluaran, mengecek saldo, hingga membuat laporan sederhana, Anda sudah selangkah lebih maju dibanding banyak UMKM lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Checklist<\/em> ini juga meminimalkan risiko kesalahan dan kebocoran dana. Selain itu, <em>checklist<\/em> ini juga memberi gambaran jelas tentang kondisi bisnis agar dapat berkembang lebih stabil dan percaya diri.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengelolaan keuangan bisnis adalah salah satu tugas terpenting bagi pemilik UMKM. Sayangnya, banyak pelaku usaha masih mengandalkan ingatan atau pencatatan seadanya sehingga laporan keuangan sering berantakan dan sulit dipantau. Meski skalanya masih kecil, UMKM sebaiknya membuat pembukuan keuangan yang rapi agar bisnis tetap stabil dan siap berkembang.\u00a0 Checklist keuangan dapat membantu pemilik UMKM menjalankan manajemen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":8698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[2525],"class_list":{"0":"post-8697","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tips","8":"tag-tipsbisnis-tipsumkm-keuanganumkm-tipskeuangan"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8697"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8699,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8697\/revisions\/8699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}