{"id":8522,"date":"2025-12-22T09:35:46","date_gmt":"2025-12-22T02:35:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/?p=8522"},"modified":"2025-12-22T09:35:46","modified_gmt":"2025-12-22T02:35:46","slug":"jenis-dan-fungsi-laporan-keuangan-untuk-bisnis-skala-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/jenis-dan-fungsi-laporan-keuangan-untuk-bisnis-skala-kecil\/","title":{"rendered":"Jenis dan Fungsi Laporan Keuangan untuk Bisnis Skala Kecil"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan sering dianggap sebagai hal yang merepotkan bagi sebagian pebisnis skala kecil atau UMKM. Sebenarnya, laporan keuangan justru dapat menjadi kompas utama untuk melihat perkembangan bisnis. Apakah bisnis sedang untung, apakah bisnis sedang rugi, atau potensi apa yang bisa dimaksimalkan agar bisnis berkembang, semuanya bisa dilihat melalui laporan keuangan. Sayangnya, banyak pebisnis yang memilih tidak membuat laporan keuangan karena tidak tahu cara memulainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini akan membahas empat laporan keuangan yang sebaiknya dimiliki oleh bisnis kecil. Selain itu, akan dibahas pula fungsi masing-masing laporan dan mengapa laporan tersebut penting untuk bisnis skala kecil.<\/span><\/p>\n<h2><strong>1. Laporan Laba Rugi (<em>Income Statement<\/em>)<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8523\" src=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21.png 1920w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21-300x169.png 300w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21-768x432.png 768w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21-1536x864.png 1536w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21-696x392.png 696w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21-1068x601.png 1068w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-21-747x420.png 747w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p>Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi sebuah bisnis dalam suatu periode. Periode yang dimaksud bisa per bulan, per kuartal, atau per tahun. Laporan ini adalah laporan yang paling sering dibutuhkan oleh pemilik usaha karena langsung menunjukkan apakah bisnis menghasilkan uang atau justru sedang rugi.<\/p>\n<p><strong>Komponen utama:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pendapatan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Semua uang yang masuk dari penjualan produk atau jasa.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><strong>Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya langsung untuk membuat barang atau menyediakan jasa.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><strong>Laba Kotor<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapatan dikurangi HPP.<\/span><\/li>\n<li><strong>Biaya Operasional<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya listrik, <a href=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/contoh-slip-gaji-sederhana-tulis-tangan-untuk-bukti-usaha-kecil\/\">gaji<\/a>, sewa tempat, bensin, pulsa, dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<li><strong>Laba Bersih<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sisa laba setelah dikurangi semua biaya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Fungsi:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Melihat apakah bisnis benar-benar untung<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak UMKM yang merasa bahwa untung karena jumlah uang yang masuk sangat banyak, padahal bisa jadi biaya operasionalnya lebih besar. Laporan ini dapat menyajikan kebenarannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Mendeteksi pemborosan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan ini menyajikan rincian biaya operasional sehingga dapat dilihat bagian mana yang membutuhkan dana paling besar dan mana yang harus dikurangi dananya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Menentukan strategi harga.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan ini menyediakan rincian HPP sehingga dapat dijadikan acuan untuk menentukan harga jual.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Meyakinkan investor atau pihak bank<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Investor yang ingin berinvestasi atau pihak bank yang ingin menyetujui permintaan peminjaman uang hampir selalu meminta laporan laba rugi untuk melihat performa bisnis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2>\n<strong>2. Laporan Neraca (<em>Balance Sheet<\/em>)<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8524\" src=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19.png 1920w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19-300x169.png 300w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19-768x432.png 768w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19-1536x864.png 1536w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19-696x392.png 696w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19-1068x601.png 1068w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-19-747x420.png 747w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan neraca merupakan gambaran performa bisnis dalam satu waktu. Laporan neraca menunjukkan kondisi keuangan bisnis di hari atau tanggal tertentu.<\/span><\/p>\n<p><strong>Komponen utama:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Aset<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Semua hal yang dimiliki oleh sebuah bisnis dan memiliki nilai. Contohnya yakni kas, persediaan barang, peralatan, dan piutang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><strong>Liabilitas<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Semua kewajiban yang harus dibayar oleh bisnis. Contohnya yakni utang supplier, utang bank, atau <a href=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/kenaikan-gaji-karyawan-aturan-dan-cara-menghitungnya\/\">gaji karyawan<\/a> yang belum dibayar.<\/span><\/li>\n<li><strong>Ekuitas<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai bersih bisnis setelah aset dikurangi utang. Ekuitas adalah \u201ckepemilikan bersih\u201d pemilik usaha.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Fungsi<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Mengetahui kesehatan keuangan bisnis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah bisnis memiliki aset yang cukup? Apakah utang terlalu banyak?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><strong>Mengontrol utang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan neraca dapat membantu pemilik bisnis memantau kemampuan bisnisnya untuk membayar utang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><strong>Menilai <i>value <\/i>usaha<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan neraca dapat menjadi dasar penilaian jika suatu hari sebuah bisnis akan dijual atau pemilik bisnis sedang mencari investor.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Melihat efisiensi modal kerja<\/strong><br \/>\nApakah stok terlalu menumpuk? Apakah piutang terlalu lama belum ditagih?<br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>3. Laporan Arus Kas (<em>Cash Flow Statement<\/em>)<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8525\" src=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22.png 1920w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22-300x169.png 300w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22-768x432.png 768w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22-1536x864.png 1536w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22-696x392.png 696w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22-1068x601.png 1068w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-22-747x420.png 747w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan pergerakan uang masuk dan keluar secara nyata. Laporan ini biasanya dibagi menjadi tiga bagian:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Arus Kas Operasional<\/strong>: uang dari aktivitas utama bisnis, seperti penjualan dan pengeluaran harian.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Arus Kas Investasi<\/strong>: pembelian atau penjualan aset seperti kendaraan atau mesin.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Arus Kas Pendanaan<\/strong>: uang dari pinjaman atau modal yang disetor pemilik.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Memastikan bisnis memiliki cukup uang untuk operasional<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Uang untuk operasional harian harus selalu dipantau agar bisnis tidak kehabisan kas.<\/span><\/li>\n<li><strong>Merencanakan pengeluaran besar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan arus kas membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelanjaan besar seperti membeli mesin baru.<\/span><\/li>\n<li><strong>Menghindari masalah piutang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila laporan arus kas seret namun laporan laba rugi menunjukkan untung, kemungkinan terjadi sesuatu. Sebagai contoh, adanya piutang yang menumpuk.<\/span><\/li>\n<li><strong>Membantu mengambil keputusan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah bisa menambah stok? Apakah bisa mempekerjakan staf baru?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><\/p>\n<p><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>4. Laporan Perubahan Modal (<em>Statement of Owner\u2019s Equity<\/em>)<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8526\" src=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20.png 1920w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20-300x169.png 300w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20-768x432.png 768w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20-1536x864.png 1536w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20-696x392.png 696w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20-1068x601.png 1068w, https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/gambar-website-20-747x420.png 747w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal pemilik selama satu periode.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Komponen<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Modal awal<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Laba atau rugi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Setoran tambahan dari pemilik<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pengambilan pribadi (prive)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Modal akhir<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Fungsi<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Memantau seberapa besar \u201cnilai bersih\u201d usaha berkembang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah modal bertambah karena laba? Atau justru turun karena sering diambil untuk kebutuhan pribadi?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><strong>Membatasi prive<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan ini dapat memantau seberapa sering keuangan bisnis diambil untuk kebutuhan pribadi.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><strong>Membedakan uang pribadi dan uang bisnis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan ini dapat memastikan keuangan tidak bercampur dan bisnis lebih mudah berkembang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Mengapa Empat Laporan Ini Harus Dibuat Secara Berkala?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat laporan keuangan bukan hanya sekadar formalitas. Untuk bisnis kecil, laporan keuangan membantu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong> Mengambil keputusan dengan data<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan membantu pemilik bisnis mengambil keputusan berbasis data. Sebagai contoh, apakah harga produk harus dinaikkan? Apakah kondisi bisnis saat ini memungkinkan untuk merekrut karyawan baru? Pertanyaan-pertanyaan demikian dapat terjawab melalui laporan keuangan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong> Menghindari kebocoran keuangan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan yang lengkap membantu melihat bagian mana saja yang membutuhkan banyak biaya. Hal ini dapat menjadi rujukan untuk pemilik bisnis melakukan evaluasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong> Menyiapkan bisnis untuk berkembang<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah bisnis yang memiliki laporan keuangan yang lengkap akan lebih mudah berkembang. Sebagai contoh, investor akan tertarik untuk berinvestasi, bank akan menyetujui permintaan pinjaman, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong> Membantu pemilik usaha memantau performa bisnis<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan dapat membantu pemilik usaha memantau performa bisnisnya. Jika laporan dibuat satu bulan sekali, hasil laporan dapat menunjukkan tren pasar yang sedang naik, turun, atau stagnan.<\/span><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Penutup: Laporan Keuangan Bukan Hanya untuk Bisnis Besar<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Empat laporan keuangan di atas merupakan fondasi penting bagi pemilik bisnis untuk memahami kesehatan bisnisnya. Seluruh bisnis baik skala kecil maupun besar membutuhkan pencatatan keuangan yang jelas. Dengan demikian, pemilik <a href=\"http:\/\/instagram.com\/kantor_kita\">bisnis<\/a> dapat terus memantau performa bisnisnya dan menyiapkan strategi agar bisnisnya dapat bertumbuh besar.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan keuangan sering dianggap sebagai hal yang merepotkan bagi sebagian pebisnis skala kecil atau UMKM. Sebenarnya, laporan keuangan justru dapat menjadi kompas utama untuk melihat perkembangan bisnis. Apakah bisnis sedang untung, apakah bisnis sedang rugi, atau potensi apa yang bisa dimaksimalkan agar bisnis berkembang, semuanya bisa dilihat melalui laporan keuangan. Sayangnya, banyak pebisnis yang memilih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":8527,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2491],"tags":[2500],"class_list":{"0":"post-8522","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-education","8":"tag-laporankeuangan-umkm"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8522"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8522"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8528,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8522\/revisions\/8528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kantorkita.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}